JAKARTA — Jagung segar kerap dianggap lebih sehat karena minim pengolahan. Namun, jagung kalengan juga tidak selalu kalah dari sisi nutrisi. Keduanya tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, dengan catatan konsumen perlu memperhatikan kandungan natrium dan bahan tambahan dalam produk kalengan.
Dikutip dari Verywell Health, perbedaan utama antara jagung segar dan jagung kalengan terletak pada kandungan natrium serta bahan tambahan yang digunakan selama proses pengalengan.
Salah satu perbedaan nutrisi yang paling mencolok adalah kandungan natrium. Dalam satu cangkir jagung segar, terdapat sekitar 21,8 miligram natrium.
Sementara itu, dalam jumlah yang sama, jagung kalengan biasa mengandung sekitar 571 miligram natrium. Artinya, kandungan natrium pada jagung kalengan biasa dapat mencapai sekitar 27 kali lebih tinggi dibandingkan jagung segar.
Natrium memang dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu. Namun, konsumsi berlebihan perlu diperhatikan karena berkaitan dengan tekanan darah. Karena itu, orang yang sedang membatasi asupan natrium sebaiknya lebih cermat memilih produk jagung kalengan.
Meski kandungan natriumnya lebih tinggi, bukan berarti jagung kalengan otomatis menjadi pilihan yang tidak sehat.