JAKARTA — Memar yang tiba-tiba muncul di tangan, paha, atau bagian tubuh lainnya setelah bangun tidur kerap dikaitkan dengan berbagai mitos. Salah satunya adalah anggapan bahwa seseorang dicubit atau bahkan dijilat setan saat sedang tidur. Namun, kondisi tersebut memiliki penjelasan medis dan dapat berkaitan dengan easy bruising, yaitu kondisi ketika tubuh lebih mudah mengalami memar.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa memar yang muncul tanpa disadari dapat terjadi ketika pembuluh darah kapiler di bawah kulit mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kulit yang menipis hingga asupan nutrisi dan penggunaan obat atau suplemen tertentu.
“Bukan dicubit atau dicium setan, ini alarm tubuh karena easy bruising. Pembuluh kapiler rapuh akibat kulit tipis (sering kena matahari), kurang vitamin C/K (jarang makan sayur/buah), darah encer (efek alami suplemen atau obat),” kata dr. Cecep dalam unggahan video di akun Instagramnya.
Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil atau kapiler di bawah permukaan kulit mengalami kerusakan sehingga darah keluar ke jaringan di sekitarnya. Ketika kapiler dalam kondisi rapuh, tekanan atau gesekan ringan yang terjadi saat tidur pun disebut dapat memicu kondisi tersebut.
“Kenapa bisa tiba-tiba? Memar spontan (easy bruising) terjadi karena kapiler kulit rapuh. Gesekan ringan saat tidur bikin kapiler pecah. Darah merembes (ekstravasasi), membeku, lalu terlihat biru,” jelasnya.
Menurut dr. Cecep, terdapat sejumlah faktor yang dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami memar.
Konsumsi obat atau suplemen tertentu secara rutin dapat memengaruhi proses pembekuan darah. Salah satu contoh yang disebut dr. Cecep adalah omega-3 dan obat pereda nyeri tertentu.
“Wajar tubuh gampang memar saat rutin minum ini,” tuturnya.
Asupan vitamin juga berperan dalam menjaga kondisi pembuluh darah dan proses pembekuan darah. Vitamin C dibutuhkan dalam pembentukan kolagen yang membantu menjaga struktur jaringan, sedangkan vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah.
Paparan sinar ultraviolet berlebihan tanpa perlindungan juga dapat berkontribusi terhadap penipisan kulit. Kondisi kulit yang semakin tipis membuat pembuluh darah di bawahnya lebih rentan mengalami kerusakan.
Ketika menemukan memar pada tubuh, salah satu langkah awal yang disarankan adalah memberikan kompres dingin, terutama pada 24 jam pertama.
“Solusi cepat atasinya, kompres es 10–15 menit 24 jam pertama, makan bonggol nanas. Es memicu vasokonstriksi (menyempitkan pembuluh) untuk stop pendarahan,” ucap dr. Cecep.
Ia juga menyebut kandungan bromelain pada bonggol nanas memiliki efek fibrinolitik yang disebut dapat membantu proses penyerapan darah beku. Namun, bukti mengenai manfaat tersebut pada manusia masih terbatas.
Di sisi lain, masyarakat disarankan tidak mengurut area tubuh yang baru mengalami memar atau langsung memberikan balsem panas.
“Jangan dibalsem atau diurut. Panas memicu vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah). Darah yang bocor justru makin deras dan memar makin luas,” tegasnya.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang menjadi sumber vitamin C dan K, seperti jambu biji, sayuran hijau, bayam, dan sawi.
Memar tidak selalu menandakan masalah kesehatan serius. Namun, apabila memar muncul berulang kali, jumlahnya semakin banyak, atau disertai gejala lain, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
“Kapan ke dokter? Bila memar banyak, gusi berdarah, muncul bintik merah (petekie), atau disertai kelelahan berlebihan yang gak biasa,” pungkas dr. Cecep.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)