Kemenkes Perkuat Pemantauan Kualitas Udara Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Niko Prayoga , Jurnalis
Jum'at 11 September 2026 14:26 WIB
Kemenkes Perkuat Pemantauan Kualitas Udara Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau (Foto: Kemenkes)
Share :

“Untuk kesehatan, itu kita pakai yang 2,5. Kalau nanti partikel yang lebih besar kita anggap sudah mulai menurun, tapi 2,5-nya masih ada, masih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Kemenkes pada 8 September 2026, sejumlah lokasi di Bandara Soekarno-Hatta dan wilayah sekitarnya masih menunjukkan kadar PM2,5 dan PM10 di atas batas aman.

Pengukuran tersebut dilakukan secara berkala oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) menggunakan alat pengukur kualitas udara seperti Air Quality Detector dan Particulate Counter.

Melihat kondisi tersebut, Dante mengimbau masyarakat yang masih harus melakukan aktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker, terutama di wilayah dengan konsentrasi partikulat yang masih tinggi.

“Saya mengimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan tetap menggunakan masker karena particulate matter-nya yang 2,5 masih di atas normal,” ujar Dante.

Lebih lanjut, Dante mengingatkan bahwa abu vulkanik mengandung berbagai ukuran partikel. Partikel halus seperti PM2,5 dapat terhirup hingga masuk ke paru-paru sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya