JAKARTA — Abu vulkanik akibat erupsi anak krakatau dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah di luar kawasan sumber erupsi. Material tersebut tidak bisa diperlakukan seperti debu biasa karena dapat mengganggu kesehatan sekaligus berpotensi menggores permukaan kaca dan kendaraan jika dibersihkan dengan cara yang keliru.
Seorang netizen melalui akun Threads @callme_masben membagikan sejumlah tips untuk menghadapi abu vulkanik berdasarkan pengalamannya sebagai warga Yogyakarta yang beberapa kali menghadapi abu akibat erupsi Gunung Merapi.
“Just sharing tips mitigasi abu vulkanik, belajar dari kami orang Jogja yang udah beberapa kali berurusan sama abu vulkanik,” tulisnya.
Dalam unggahannya, ia mengingatkan bahwa material abu vulkanik dapat mengandung silika. Karena itu, penanganannya membutuhkan perhatian khusus, baik saat membersihkan lingkungan rumah maupun ketika melindungi tubuh dari paparan.
1. Tunggu Abu Berhenti Sebelum Membersihkan Halaman
Masyarakat disarankan tidak terburu-buru membersihkan halaman ketika hujan abu masih berlangsung. Tunggu hingga paparan abu benar-benar berhenti sebelum melakukan pembersihan.
Abu yang menumpuk di halaman dapat dibersihkan dengan cara disemprot atau disapu secara perlahan. Hindari hanya menyiram tumpukan abu menggunakan air dari ember karena campuran abu dan air dapat mengeras seperti lapisan semen dan justru menyulitkan proses pembersihan.