"CDC dan WHO menjelaskan bahwa kloramin terbentuk ketika klorin bereaksi dengan urin, keringat, kotoran, dan kontaminan tubuh lainnya. Dan senyawa ini dapat menyebabkan iritasi mata serta saluran pernapasan," kata Bang Sap.
Semakin tinggi volume urin, keringat, dan daki yang masuk ke dalam air, makin besar pula jumlah kloramin yang terproduksi. Oleh karena itu, pengunjung diimbau untuk lebih waspada dan peka terhadap kondisi aroma di sekitar area kolam renang sebelum memutuskan untuk menceburkan diri.
"Makanya, semakin banyak urin, keringat, dan daki masuk ke kolam, semakin banyak pula bahan yang bisa bereaksi dengan klorin dan membentuk kloramin. Nah, kalau kamu mau berenang tapi kecium bau kaporit yang kuat, tahan dulu. Jangan-jangan banyak yang kencing di dalam renang," tuturnya.
(Agustina Wulandari )