Edukasi seksual tidak harus langsung membahas hubungan seksual. Pembahasannya dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang sesuai dengan usia anak, kemudian berkembang seiring dengan pertambahan usia dan tingkat pemahamannya.
Ketika memasuki usia preteen, materi edukasi seksual dapat mulai diarahkan pada perubahan yang akan dialami anak saat pubertas. Orang tua perlu mempersiapkan anak agar tidak merasa bingung atau takut ketika mengalami perubahan pada tubuhnya.
Sani menyebutkan, anak dapat mulai diberikan pemahaman mengenai menstruasi dan mimpi basah sebagai bagian dari perubahan alami yang terjadi saat pubertas.
"Kalau masuk ke usia preteen, itu kan anak juga akan diajarkan sebenarnya tentang pubertas. Apa itu mimpi basah, apa itu menstruasi, kemudian ada tata cara," jelasnya.
Menurut Sani, pembahasan tersebut juga dapat dikaitkan dengan kebiasaan dan tanggung jawab anak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks keluarga yang mengaitkan hal tersebut dengan ibadah, anak dapat diberikan pemahaman mengenai tata cara yang perlu dilakukan setelah mengalami menstruasi atau mimpi basah sebelum kembali menjalankan ibadah.