APAKAH kamu sering merasa pusing atau kliyengan? Rasa ini juga kerap muncul dari leher yang terasa kurang nyaman.
Biasanya, jika pusing atau kliyengan muncul, refleks pertama kita adalah memijat pelipis atau memejamkan mata sejenak. Namun, jika rasa pusing tersebut tak kunjung hilang, bisa jadi pangkal masalahnya bukan berada di area kepala, melainkan pada otot leher yang tegang akibat kebiasaan sehari-hari.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa salah satu pemicu kondisi pusing yang kerap tidak disadari masyarakat adalah cervicogenic dizziness. Kondisi ini berkaitan erat dengan ketegangan pada otot leher bagian depan atau yang dikenal secara medis sebagai otot sternocleidomastoid (SCM).
"POV: Ngasih tau yang sering ngerasa pusing kliyengan, jangan cuma pijit pelipis, coba cara ini dulu (Cervicogenic Dizziness)," tulis dr. Cecep.
Mengapa otot leher bisa memicu pusing? Fenomena pusing akibat otot leher ini bukanlah mitos belaka, melainkan kondisi yang diakui dalam dunia medis. Otot leher depan (SCM) memiliki reseptor khusus yang berperan penting dalam membantu tubuh mengatur keseimbangan.
Kebiasaan buruk seperti terlalu sering menunduk saat menatap layar ponsel (gadget) dapat memicu ketegangan berlebih (trigger point) pada otot tersebut. Postur kepala yang terus-menerus maju ke depan atau turtle neck juga membuat keluhan pusing makin gampang kambuh. Kondisi ini memicu ketidaksesuaian sinyal sensorik di dalam tubuh (sensory mismatch).
"Mata bilang diam, leher bilang gerak, otak jadi bingung nyocokin sinyalnya, makanya kliyengan & pandangan buram," terang dia.