Meski terjadi penurunan massa otot, fungsi fisik peserta tetap terjaga berdasarkan sejumlah pengukuran kemampuan tubuh.
Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan terapi tidak cukup dinilai dari angka pada timbangan. Perubahan komposisi tubuh dan kondisi fisik juga menjadi bagian penting dalam mengevaluasi penanganan obesitas.
Terapi dengan dosis tinggi juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan. Keluhan yang paling sering muncul berkaitan dengan sistem pencernaan dan umumnya berada pada tingkat ringan hingga sedang.
Sekitar 3,3 persen peserta pada kelompok dosis tinggi menghentikan pengobatan akibat efek samping gastrointestinal. Pada kelompok dosis pembanding, angkanya sekitar 2 persen.
Karena itu, penggunaan terapi penurunan berat badan tetap perlu dilakukan dengan pemantauan tenaga medis. Kondisi kesehatan, penyakit penyerta, obat lain yang dikonsumsi, serta respons tubuh perlu menjadi pertimbangan.
Hasil studi STEP UP memperlihatkan bahwa respons terhadap terapi obesitas berbeda-beda. Penurunan hingga 27,7 persen secara khusus ditemukan pada kelompok early responders, bukan seluruh pasien.