OLAHRAGA lari kini semakin banyak digemari masyarakat. Tak hanya atlet, banyak orang mulai mengikuti kegiatan lari hingga maraton untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.
Namun, bagaimana dengan orang yang memiliki penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau gangguan ginjal? Apakah mereka masih memiliki kesempatan untuk ikut olahraga lari?
Dokter Umum dari Rumah Sakit Harapan Bunda, dr. Andi Sitti Tandina, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone menjelaskan bahwa penderita penyakit tertentu tetap memiliki peluang untuk berolahraga. Namun, mereka tidak disarankan langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi tanpa mengetahui kondisi tubuh terlebih dahulu.
Bagi seseorang yang memiliki penyakit tertentu dan ingin mulai melakukan olahraga, pemeriksaan terlebih dahulu menjadi langkah penting. Terutama jika olahraga yang dipilih memiliki intensitas cukup tinggi, seperti lari jarak jauh atau maraton.
“Kalau untuk yang pasien-pasien gitu ya, untuk yang dia mau, olahraga apa pun gitu ya, enggak cuma maraton aja, memang disarankan untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, terutama untuk jantungnya gitu,” ujar dr. Sitti.
Pemeriksaan menjadi semakin penting bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes mellitus, maupun riwayat penyakit jantung. Pasalnya, kondisi setiap orang berbeda. Ada pasien yang memiliki masalah penyumbatan pembuluh darah jantung, sementara lainnya dapat mengalami gangguan irama jantung.
Salah satu pemeriksaan yang disebut penting adalah treadmill test atau tes latihan jantung. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan beban aktivitas secara bertahap sehingga respons jantung saat berolahraga dapat dinilai.
Dengan pemeriksaan tersebut, dokter dapat melihat bagaimana respons jantung ketika tubuh melakukan aktivitas fisik. Pemeriksaan juga dapat membantu mendeteksi adanya kelainan tertentu pada irama jantung yang mungkin tidak terlihat ketika seseorang sedang beristirahat.
Karena itu, pemeriksaan sebelum olahraga bukan berarti penderita penyakit tertentu sama sekali tidak boleh berlari. Justru, pemeriksaan dapat membantu menentukan jenis dan intensitas olahraga yang lebih aman sesuai kondisi masing-masing.
“Jadi pasien dengan hipertensi, pasien dengan gula, diabetes mellitus, atau pasien yang memang ada riwayat jantung juga. Jantungnya macam-macam ya. Ada masalah di penyumbatan jantung kah? Atau ada masalah di masalah irama jantung? Nah itu memang harus melakukan pemeriksaan jantung dulu. Jadi terutama tuh treadmill. Kenapa? Karena dengan pemeriksaan treadmill itu kan jantung dipacu ya,” ujar dr. Sitti.
“Nah dengan treadmill itu kelihatan tuh. Ada enggak sih irama-irama yang enggak normal? Irama sumbatan atau irama yang lain di luar sumbatan?” lanjutnya.