JAKARTA — Tren kelakar atau prank menarik kursi saat seseorang hendak duduk masih sering dijumpai di lingkungan sekolah maupun tempat kerja. Meski sering dianggap sekadar lelucon balasan, aksi ini menyimpan bahaya fatal yang dapat mengancam keselamatan jiwa hingga menyebabkan cacat permanen bagi korbannya.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata dalam utas di akun Threads miliknya menegaskan bahwa dampak fisik dari benturan akibat tarik kursi sangat ekstrem. Saat kursi ditarik secara tiba-tiba, tubuh korban akan terhempas ke lantai tanpa persiapan, menciptakan daya benturan besar yang berpusat pada area tubuh vital.
“Prank tarik kursi ini memang luar biasa berbahaya! Jadi kalo orang lagi mau duduk di kursi dan tiba-tiba ditarik, maka orang itu akan jatuh dengan kecepatan tinggi dalam jarak yang pendek dengan benturan terbesar mengenai area panggul yang kemudian gaya benturannya akan diteruskan ke tulang belakang,” tulis dr. Adam, dikutip Minggu (30/8/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rambatan gaya benturan dari panggul menuju tulang belakang berpotensi merusak sistem saraf pusat yang berada di dalamnya. Struktur saraf ini memegang peranan kunci dalam mengontrol seluruh gerak dan sensasi organ tubuh.
“Nah di tulang belakang itu ada sumsum tulang belakang yang merupakan jalur utama komunikasi saraf antara otak dan seluruh tubuh. Gangguan pada area tersebut bisa menyebabkan keluhan saraf, mulai dari kesemutan, mati rasa, hingga kelumpuhan,” paparnya.