Bahaya laten dari aksi ini juga didukung oleh bukti dan uji ilmiah. Menurut riset yang mensimulasikan kejadian jatuh akibat kursi ditarik mendadak, daya dorong hantaman yang diterima tubuh saat membentur lantai berada jauh di atas batas ketahanan fisik manusia.
“Ada penelitian yang mensimulasikan jatuh saat kursi ditarik, hasilnya adalah tubuh akan terkena benturan dengan tenaga melebihi ambang batas cedera tulang belakang yang berisiko menyebabkan patah tulang belakang,” ucap dr. Adam.
Melihat risiko cedera berat hingga kelumpuhan permanen yang dipertaruhkan, aksi prank tarik kursi sudah sepatutnya dihentikan total dan tidak lagi dijadikan bahan candaan dalam interaksi sehari-hari.
(Agustina Wulandari )