Meski begitu, Trotman menjelaskan bahwa kandungan natrium dalam soda jika dikonsumsi dalam jumlah sedang umumnya tergolong sangat kecil sehingga tidak menjadi masalah.
Yang justru perlu diperhatikan adalah konsumsi soda secara berlebihan dapat menyebabkan perut kembung serta memicu atau memperparah refluks asam lambung. Trotman bahkan menyebutkan pernah menangani seseorang yang masalah pencernaannya membaik setelah berhenti mengonsumsi soda.
Ada juga anggapan bahwa minuman berkarbonasi dapat menyebabkan berkurangnya kalsium dari tulang. Namun, menurut Trotman, hal tersebut hanya berlaku pada minuman berkarbonasi yang mengandung fosfor atau asam fosfat. Soda tidak mengandung fosfor sehingga hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
Kalau kamu tetap ingin menikmati soda, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:
Perhatikan kandungan mineral pada kemasan, termasuk magnesium dan natrium. Soda water dengan kandungan mineral seperti magnesium yang lebih tinggi biasanya juga memiliki kadar natrium yang lebih tinggi. Di sisi lain, mencukupi kebutuhan magnesium juga memberikan manfaat bagi kesehatan.