JAKARTA - Benarkah merek air mineral yang satu terasa begitu menyegarkan dan sedikit manis, sementara merek lain cenderung hambar atau bahkan meninggalkan rasa pahit di ujung lidah? Ternyata rasa tersebut bukan sekadar sugesti.
Secara ilmiah, air murni (H2O) tanpa campuran apapun justru memiliki rasa yang datar (flat), hambar, dan terkadang terasa asing di lidah. Perbedaan rasa pada air mineral yang biasa dikonsumsi sehari-hari sebenarnya bersumber dari kandungan mineral alami di dalamnya.
Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, Profesor Agustino Zulys dalam unggahan di akun Instagramnya menjelaskan bahwa lidah manusia pada dasarnya bekerja seperti alat analisis kimia alami yang dapat membedakan profil mineral suatu air.
Saat mengalir menembus lapisan batuan di dalam bumi, air melarutkan berbagai mineral alami seperti ion kalsium, magnesium, natrium, kalium, bikarbonat, sulfat, dan klorida.
“Ets, itu bukan sugesti. Lidah Anda sedang membaca komposisi kimia. Bikarbonat bersama kalsium dan magnesium pada kadar yang pas memberi sensasi segar, ringan, bahkan seperti ada rasa manisnya," ujar Prof. Zulys, dikutip Minggu (30/8/2026).
Ia menegaskan bahwa sensasi manis tersebut bukan berasal dari kandungan gula atau pemanis buatan, melainkan murni hasil interaksi antara mineral alami dengan reseptor di lidah. Namun, keseimbangan kadar mineral menjadi kunci utama yang menentukan enak atau tidaknya rasa air tersebut.
Jika kadar magnesium dan kalsium terlalu tinggi, air akan terasa lebih berat dan dapat meninggalkan kesan pahit setelah diminum (aftertaste). Sementara itu, kandungan natrium dan klorida yang berlebih akan memberi nuansa rasa asin.