Menariknya, rumah-rumah di Desa Sade bukan sekadar bangunan untuk dipamerkan kepada wisatawan. Rumah tersebut benar-benar digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat setempat.
Sekitar 750 orang tinggal di kawasan ini dan sebagian besar masih memiliki hubungan garis keturunan atau berasal dari keluarga yang sama.
Lantai rumah ada di Desa Sade secara berkala dilapisi menggunakan kotoran sapi atau kerbau. Bagi masyarakat setempat, cara ini bukan sekadar kebiasaan tanpa alasan. Kotoran sapi atau kerbau digunakan untuk membantu menjaga lantai agar tetap bersih dari debu, membuat permukaan lantai lebih kuat, sekaligus membantu mencegah serangga masuk ke dalam rumah.
Selain rumah adat, tradisi menenun juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sade.
Bagi perempuan suku Sasak, kemampuan menenun atau tenun sudah diperkenalkan sejak usia dini. Keterampilan ini menjadi salah satu cara masyarakat setempat menjaga dan meneruskan budaya Sasak dari satu generasi ke generasi berikutnya.