JAKARTA - Kebakaran di Desa Adat Sade Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam tentu menyisakan kepedihan bagi para suku Sasak, warga asli Desa Sade.
Sebagian besar rumah adat di kawasan Sade menggunakan bahan yang mudah terbakar, seperti kayu dan bambu. Hal ini membuat api berkobar dengan cepat dan menghanguskan ratusan rumah di lokasi.
Desa Adat Sade menjadi wisata budaya yang sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Mengutip Indonesia Travel Kementerian Pariwisata, dalam bahasa suku Sasak, sade berarti obat atau kesadaran.
Kehidupan masyarakat Sade juga tidak terlepas dari ajaran Islam. Berbagai urusan sosial, termasuk pernikahan, biasanya diselesaikan di masjid atau Baruga Sekenam yang berada di sebelah kiri pintu masuk kawasan rumah adat.
Salah satu tradisi yang cukup menarik perhatian di Desa Sade adalah kawin lari. Dalam tradisi ini, seorang pria yang ingin menikahi perempuan yang dipilihnya harus membawa atau menyembunyikan perempuan tersebut dari keluarganya.