TREN lari dan target 10.000 langkah sehari tengah marak digandrungi masyarakat perkotaan. Namun, bagi sebagian orang khususnya mereka yang memasuki usia 30-an, aktivitas lari berintensitas tinggi seringkali justru memicu rasa nyeri pada area lutut dan persendian.
Jika tak bisa berjalan kaki hingga 10.000 langkah, kamu bisa memulainya dengan 7.000 langkah. Meski jumlahnya lebih sedikit, banyak manfaat yang bisa didapat jika kamu jalan 7.000 langkah sehari. Salah satunya menurunkan risiko kematian.
Dokter Spesialis Urologi, dr. Andika Afriansyah, memberikan pandangannya mengenai tren ini melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia tak menampik manfaat besar dari aktif bergerak, tetapi menyoroti efek samping yang sering dirasakan tubuh saat memaksakan diri mengikuti tren.
"Jalan kaki 7.000 langkah sehari itu dapat menurunkan risiko kematian bahkan sampai 40 persen dibandingkan orang yang mager seharian,” kata dr. Andika, dikutip Sabtu (29/8/2026).
dr. Andika menceritakan pengalamannya sendiri saat melihat fenomena anak muda hingga usia dewasa yang berlomba-lomba mengejar target langkah lewat olahraga lari.
"Tiap buka story IG isinya orang-orang FOMO skena lari demi mencetak 10.000 langkah. Tapi jujur, buat gua pria 30-an kayak gua, mengejar lari tiap hari itu buat lutut gua sama sendi gua sakit banget,” tutur dia.