Asap Kebakaran Hutan Mengancam, Mengapa Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Dokter

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 27 Agustus 2026 11:11 WIB
Anak-anak rentan terkena dampak karhutla. (Foto: Freepik)
Share :

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang kini tengah terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Kalimantan hingga Sumatera, tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan. Karhutla juga menghasilkan asap dan polutan yang dapat membahayakan kesehatan.

Paparan asap karhutla dapat berdampak pada siapa saja. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan, terutamanya terhadap anak-anak.

Di antara kelompok tersebut, anak-anak menjadi salah satu yang paling harus diwaspadai. Menurut dr. Itna, anak-anak bernapas lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Orang dewasa secara normal bernapas sekitar 10 hingga 20 kali per menit, sedangkan anak-anak dapat bernapas sekitar 20 hingga 40 kali per menit.

Frekuensi napas yang lebih tinggi membuat anak-anak lebih sering menghirup udara di sekitarnya. Ketika udara tersebut tercemar asap karhutla, paparan terhadap polutan pun dapat menjadi lebih besar.

“Yang pertama (paling rentan terkena dampak dari karhutla) adalah anak-anak, lansia, dan orang-orang dengan penyakit pernapasan sebelumnya, dan ibu hamil,” ujar dr. Itna.

“Anak-anak yang paling harus kita waspadai karena anak-anak bernapas lebih cepat daripada orang dewasa secara normalnya. Jadi kalau orang dewasa bernapas 10 sampai 20 kali per menit, anak-anak bisa 20 sampai 40 kali per menit. Itu normal. Jadi dia akan bernapas lebih sering, jadi dia juga akan terhirup udara yang jelek ini lebih sering dari yang dewasa,” lanjutnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya