Benarkah Minum Manis Setiap Hari Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Lambung hingga 2,5 Kali Lipat?

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 27 Agustus 2026 17:05 WIB
Minuman manis. (Foto: Freepik)
Share :

APAKAH kamu termasuk orang yang selalu minum minuman manis setiap hari? Jika iya, tampaknya kamu mesti berhati-hati.

Pasalnya, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi setidaknya satu minuman berpemanis gula setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung. Bahkan, risikonya meningkat lebih dari dua kali lipat!

1. Minum Manis Setiap Hari Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Lambung

Dilansir dari Health Line, minuman yang termasuk dalam penelitian tersebut antara lain minuman bersoda, minuman olahraga, punch, dan limun. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Gastro Hep Advances pada 17 Agustus 2026.

Kanker lambung atau kanker gastrik merupakan salah satu jenis kanker yang cukup banyak ditemukan di dunia. Karena penyakit ini sering terdiagnosis pada stadium lanjut, upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup menjadi penting.

2. Risiko Kanker Lambung 2,45 Kali Lebih Tinggi

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data kesehatan lebih dari 112.000 orang yang telah mengikuti studi kesehatan sejak 1976 dan 1986. Para peserta dipantau dalam jangka panjang dan memberikan informasi mengenai pola makan serta gaya hidup mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi setidaknya satu minuman berpemanis gula setiap hari memiliki risiko terkena kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi minuman tersebut per bulan.

Andrew T. Chan, MD, MPH, ahli gastroenterologi dan epidemiologi dari Mass General Brigham Cancer Institute sekaligus penulis senior penelitian, mengatakan temuan tersebut penting karena minuman berpemanis merupakan bagian dari pola konsumsi sehari-hari banyak orang.

Menurutnya, jika hubungan tersebut dapat dikonfirmasi melalui penelitian berikutnya, mengurangi konsumsi minuman manis bisa menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko kanker lambung.

 

3. Mengapa Minuman Manis Bisa Berpengaruh?

Para peneliti belum dapat memastikan mekanisme yang menyebabkan minuman berpemanis dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung. Namun, sejumlah kemungkinan mulai menjadi perhatian.

Konsumsi minuman tinggi gula dapat meningkatkan asupan kalori dan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan atau obesitas. Kondisi tersebut kemudian dapat berkaitan dengan resistensi insulin dan proses peradangan dalam tubuh.

Meski demikian, hubungan langsung antara minuman manis, peradangan, dan kanker lambung masih perlu diteliti lebih lanjut. Menariknya, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan antara konsumsi minuman dengan pemanis buatan dan peningkatan risiko kanker lambung.

Salah satu kemungkinan adalah minuman dengan pemanis buatan tidak mengandung gula dan kalori dalam jumlah yang sama seperti minuman berpemanis gula. Dengan demikian, mekanisme seperti dampak metabolisme fruktosa atau kelebihan kalori mungkin tidak berlaku dengan cara yang sama.

Namun, temuan tersebut bukan berarti semua minuman dengan pemanis buatan otomatis aman. Menurut Chan, bukti mengenai pemanis buatan dan risiko kanker secara keseluruhan masih terus berkembang dan hasil penelitian yang ada masih beragam.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya