JAKARTA - Durasi hubungan seksual tidak selalu menjadi ukuran kepuasan pasangan. Namun, bagi pria yang merasa ejakulasi datang terlalu cepat dan ingin memiliki kontrol lebih baik, ada sejumlah cara yang dapat dicoba untuk membantu mengatur gairah serta memperpanjang waktu sebelum orgasme.
Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan agar tahan lama di ranjang, dilansir dari laman Trojan.
1. Masturbasi
Masturbasi dapat menjadi salah satu cara untuk memahami respons tubuh terhadap rangsangan. Dengan mengenali kapan gairah mulai mendekati ejakulasi, seseorang dapat belajar mengurangi stimulasi sebelum mencapai titik tersebut.
Teknik seperti edging, yaitu menghentikan atau mengurangi stimulasi ketika mulai mendekati orgasme, juga dapat digunakan sebagai latihan untuk meningkatkan kontrol ejakulasi.
Sebagian pria juga memilih melakukan masturbasi beberapa jam sebelum berhubungan seksual. Pada sebagian orang, hal ini dapat mengurangi sensitivitas sementara sehingga ejakulasi berikutnya mungkin berlangsung lebih lama.
2. Komunikasikan dengan Pasangan
Membicarakan persoalan durasi seksual dengan pasangan dapat membantu mengurangi tekanan sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih nyaman.
Pasangan dapat membantu mengenali situasi yang membuat gairah meningkat terlalu cepat. Komunikasi juga memungkinkan keduanya menentukan kapan perlu memperlambat ritme, berhenti sejenak, atau mengubah aktivitas seksual.
3. Jangan Terpaku pada Penetrasi
Hubungan seksual tidak hanya terdiri atas penetrasi. Memperpanjang pemanasan dan mengeksplorasi bentuk keintiman lain dapat membuat pengalaman seksual tetap menyenangkan tanpa tekanan untuk mempertahankan penetrasi dalam waktu tertentu.
Dengan begitu, fokus seksual tidak hanya diarahkan pada seberapa lama seseorang dapat menunda ejakulasi, tetapi juga pada kepuasan kedua pasangan.
4. Coba Mengubah Posisi
Posisi seksual tertentu dapat memberikan rangsangan yang lebih intens sehingga membuat seseorang lebih cepat mendekati orgasme. Ketika mulai merasa akan ejakulasi, mengganti posisi dapat membantu mengurangi intensitas rangsangan.
Posisi yang memungkinkan pasangan mengatur kecepatan dan kedalaman gerakan juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengendalikan tingkat stimulasi.
5. Kurangi Kecepatan
Ritme yang terlalu cepat dapat meningkatkan rangsangan dan mempercepat orgasme. Karena itu, ketika mulai mendekati ejakulasi, memperlambat gerakan atau berhenti sejenak dapat membantu menurunkan intensitas.
Setelah gairah kembali lebih terkendali, aktivitas seksual dapat dilanjutkan dengan ritme yang lebih nyaman.
6. Terapkan Teknik Edging
Edging merupakan teknik dengan cara menghentikan atau mengurangi stimulasi sesaat sebelum mencapai orgasme, kemudian melanjutkannya setelah sensasi tersebut mereda.
Teknik ini dapat dilakukan beberapa kali selama aktivitas seksual. Selain membantu menunda orgasme pada saat itu, latihan tersebut dapat membantu seseorang mengenali batas gairah dan meningkatkan kontrol terhadap ejakulasi.
7. Latih Otot Dasar Panggul
Latihan otot dasar panggul atau Kegel juga dapat dilakukan oleh pria. Otot yang dilatih merupakan otot yang digunakan untuk menahan aliran urine.
Latihan dapat dilakukan dengan mengencangkan otot dasar panggul selama beberapa detik, kemudian melepaskannya dan mengulanginya beberapa kali. Jika dilakukan secara rutin, latihan ini dapat membantu meningkatkan kontrol otot yang berperan dalam fungsi seksual.
Setiap pasangan memiliki pengalaman seksual yang berbeda. Ada hubungan seksual yang berlangsung singkat, sementara pasangan lain mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Keduanya tetap dapat memberikan kepuasan.
Karena itu, penggunaan stopwatch bukanlah cara yang tepat untuk menilai kualitas hubungan seksual. Mengurangi tekanan untuk harus "tahan lama" justru dapat membantu seseorang lebih rileks dan menikmati momen bersama pasangan.
Yang terpenting adalah komunikasi, kenyamanan, dan kepuasan kedua pihak, bukan sekadar berapa lama hubungan seksual berlangsung.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)