Semangka juga mengandung likopen, yaitu antioksidan yang memberikan warna merah pada daging buahnya. Likopen memiliki sifat antioksidan dan telah banyak diteliti terkait manfaatnya bagi kesehatan.
Namun, penting untuk tidak menganggap kandungan likopen sebagai alasan utama semangka dapat menurunkan berat badan. Penurunan berat badan tetap sangat dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, serta keseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dan digunakan tubuh.
Walaupun rendah kalori, bukan berarti semangka boleh dikonsumsi tanpa batas. Semangka tetap mengandung gula alami dan memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Karena itu, orang dengan diabetes perlu memperhatikan porsinya dan mempertimbangkan pengaruhnya terhadap kadar gula darah.
Selain itu, semangka termasuk makanan tinggi FODMAP. Pada orang yang memiliki sindrom iritasi usus atau IBS, konsumsi dalam jumlah banyak dapat memicu kembung, gas, atau rasa tidak nyaman pada perut.
Orang dengan penyakit ginjal kronis juga perlu memperhatikan asupan semangka. Utamanya, jika memiliki kadar kalium tinggi dan mendapat anjuran pembatasan kalium dari dokter.
(Djanti Virantika)