Karhutla Bikin Udara Berbahaya, Dokter Beberkan Pentingnya Clean Air Room untuk Anak

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 23 Agustus 2026 18:05 WIB
Kebakaran Hutan Bikin Udara Berbahaya. (Foto: Freepik)
Share :

3. Masker Kain atau Biasa Belum Cukup

Lebih lanjut, dr. Ardi menuturkan salah satu kekeliruan umum di tengah masyarakat adalah menganggap pembagian masker kain atau masker biasa sudah cukup untuk melindungi anak-anak dari ancaman asap kebakaran. Faktanya, filter standar maupun kain basah tidak dirancang untuk menahan partikel halus mikro seperti PM2.5.

World Health Organization (WHO) memang merekomendasikan penggunaan respirator berfiltrasi tinggi (seperti standar N95) saat seseorang terpaksa beraktivitas di luar ruangan. Namun, penerapannya pada balita dan anak kecil memiliki tantangan teknis tersendiri.

“Cukup Bagi-Bagi Masker? Tidak. Masker hanya salah satu lapisan perlindungan. WHO, bila harus keluar, gunakan respirator filtrasi tinggi (mis. N95) yang ukurannya pas & menempel rapat. Pada anak kecil, ukuran sering tidak pas perlindungannya bisa jauh berkurang. Masker kain, bandana, kain basah tidak dapat diandalkan menahan partikel asap. Udara bersih tetap lebih penting daripada sekadar memakai masker,” bebernya.

Berdasarkan panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), respirator filtrasi tinggi umumnya dirancang berdasarkan anatomi orang dewasa. Anak berusia di atas 2 tahun diperbolehkan memakai respirator jika ukurannya pas secara presisi. Namun, jangan sekali-kali merasa aman keluar rumah hanya karena anak sudah dipasangkan masker.

“Bagaimana dengan bayi & balita? Pada anak sangat kecil, respirator sering tidak punya ukuran & seal yang baik. CDC: anak ≥2 tahun boleh respirator bila benar-benar cocok tapi respirator NIOSH umumnya dirancang untuk dewasa. Jangan berpikir sudah pakai masker, berarti boleh lama di luar. Perhitungan terbaik jauhan anak dari asap,” lanjut dr. Ardi.

Melihat kompleksitas masalah perlindungan pernapasan anak ini, dr. Ardi agar donasi yang diberikan tidak hanya sekedar masker, namun juga alat pendukung pembuatan ruang udara bersih secara kolektif maupun individual.

“Apa yang Paling Bermanfaat Didonasikan? HEPA Air Purifier untuk rumah rentan, sekolah, PAUD & posko anak, filter HEPA Cadangan agar purifier terus bekerja optimal, monitor PM2.5 supaya keputusan berdasar data, bukan tebal-tipis asap, respirator filtrasi tinggi untuk anak yang memang harus keluar. Bukan sekadar donasi masker kita perlu mendonasikan udara yang lebih bersih,” pungkasnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya