Namun, standar kecantikan kini mulai mengalami perubahan. Gerakan body positivity yang berkembang secara global turut mendorong penerimaan terhadap berbagai bentuk tubuh dan karakteristik alami, termasuk bulu tubuh.
Media sosial kemudian menjadi ruang bagi generasi muda untuk membicarakan kembali standar tersebut. Mewarnai bulu ketiak menjadi salah satu bentuk ekspresi yang muncul dari perubahan cara pandang itu.
Pada akhirnya, tren tersebut tidak selalu berkaitan dengan keinginan untuk mengikuti standar kecantikan tertentu. Bagi sebagian perempuan, pilihan untuk mencukur, membiarkan, atau bahkan mewarnai bulu ketiak menjadi bagian dari kebebasan menentukan penampilan dan kenyamanan terhadap tubuh sendiri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)