Tren Penyakit ISPA di Wilayah Karhutla Mulai Naik!

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 23 Agustus 2026 07:05 WIB
Tren Penyakit ISPA di Wilayah Karhutla Mulai Naik! (Foto: Instagram)
Share :

JAKARTA – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai mengalami peningkatan di sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun memperkuat penanganan dengan mengerahkan ratusan tenaga kesehatan dan menyalurkan logistik kesehatan ke daerah terdampak.

Berdasarkan siaran pers resmi Kemenkes, kasus ISPA di Kalimantan Tengah meningkat 78,1 persen, dari sebelumnya 402 kasus menjadi 716 kasus dalam kurun waktu satu minggu.

Sementara itu, di Kalimantan Barat tercatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026, dengan lonjakan tertinggi terjadi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah. Kondisi serupa juga dilaporkan di Riau dan Kalimantan Selatan, yang turut mencatat kasus asma dan iritasi.

Berdasarkan data Kemenkes per 21 Agustus 2026, karhutla telah melanda 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Enam provinsi di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana akibat kemarau panjang yang berlangsung sejak awal 2026.

Meski terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat paparan asap, hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat dampak karhutla.

Ketersediaan Tenaga Kesehatan

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan pihaknya telah mengerahkan 314 tenaga kesehatan untuk memperkuat penanganan dampak kesehatan akibat karhutla. Tenaga kesehatan tersebut terdiri atas dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog, dengan fokus utama penempatan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Agus dalam keterangan resminya.

Selain pengerahan tenaga kesehatan, Kemenkes juga mendistribusikan berbagai perlengkapan medis dan obat-obatan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan tersebut mencakup 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator (OC), 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 36 tabung Oxycan, delapan set alat pelindung diri (APD), 33 dus pemberian makanan tambahan (PMT), serta obat-obatan dan vitamin.

Untuk memperkuat pelayanan di wilayah rawan, pos kesehatan dan ruang oksigen juga telah disiapkan di sejumlah lokasi, seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya. Sementara itu, program "Oase Udara" dijalankan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat untuk memastikan ketersediaan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kemenkes mengimbau masyarakat, terutama yang berada di zona merah karhutla, untuk menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi atau layanan resmi.

Puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Karena itu, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya