JAKARTA - Setiap orang tua ingin melihat anaknya tumbuh dengan sehat dan baik. Salah satunya, dilihat melalui tinggi badan anak. Namun, banyak yang beranggapan bahwa tinggi badan anak ditentukan oleh genetik. Betul. Selain itu, anak yang memiliki tubuh tinggi juga bisa dibentuk dari olahraga dan faktor lainnya.
Dokter dan edukator kesehatan anak Ardi Santoso mengatakan, gerakan yang membantu anak menjadi tinggi adalah lari dan lompat, karena merangsang kepadatan tulang.
“Tapi gerak aja belum cukup loh ya, tulang butuh perekat biar tumbuhnya optimal, namanya vitamin D,” ujarnya lewat video di akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (19/8/2026).
“IDAI menganjurkan anak di atas satu tahun mensuplementasi vitamin D600 IU tiap hari. Sekarang sudah ada bentuk gummy, jadi anak nggak perlu dipaksa. Satu tips dari saya, pilih yang bebas susu sapi, lebih aman buat anak yang alergi atau intoleransi laktosa,” tuturnya.
Menurutnya, tinggi anak memang sebagian besar genetik, tapi selalu ada bagian yang bisa diusahakan.
Dokter Ardi juga mengingatkan, tak ada olahraga spesifik yang secara langsung meningkatkan tinggi badan. Jadi banyak faktor yang perlu dioptimalkan, antara lain anak hingga usia 7 tahun tidur malam minimal 10 jam, tidak termasuk tidur siang, konsumsi vitamin D setiap hari sejak lahir hingga dewasa sesuai rekomendasi IDAI.
“1 dari 2 anak kekurangan vitamin D. IDAI anjurkan suplementasi vitamin D600 IU/hari Vitamin D bentuk gummy selain anak lebih gampang tapi jg aman dan terbukti peningkatan kadar dalam darah lebih baik,” tulisnya di caption.
(Agustina Wulandari )