Hormon memiliki peran dalam mengatur gairah seksual. Salah satu hormon yang penting bagi fungsi seksual pria adalah testosteron.
Kadar testosteron yang rendah dapat berkaitan dengan penurunan libido dan gangguan fungsi seksual. Ketika gairah seksual menurun, kemampuan mempertahankan ereksi juga dapat ikut terpengaruh.
Namun, rendahnya testosteron bukan satu-satunya penyebab disfungsi ereksi. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah gangguan hormon memang menjadi faktor pemicunya.
5. Cedera atau Gangguan pada Penis
Cedera pada penis atau area sekitarnya dapat memengaruhi kemampuan pria mendapatkan maupun mempertahankan ereksi.
Salah satu kondisi yang berkaitan dengan perubahan bentuk dan fungsi penis adalah penyakit Peyronie. Kondisi ini terjadi ketika terbentuk jaringan parut pada penis sehingga ereksi dapat menjadi melengkung dan pada sebagian kasus terasa nyeri.
Kerusakan saraf akibat cedera atau tindakan operasi tertentu juga dapat memengaruhi fungsi ereksi.
6. Merokok dan Produk Nikotin
Merokok dapat berdampak buruk pada pembuluh darah, sementara nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Padahal, aliran darah yang baik sangat diperlukan untuk menghasilkan ereksi.
Kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular yang dapat berkaitan dengan disfungsi ereksi.
Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mendukung fungsi seksual dalam jangka panjang.
7. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Minum alkohol dalam jumlah banyak dapat membuat penis lebih sulit mempertahankan ereksi. Alkohol dapat menekan kerja sistem saraf pusat dan memengaruhi respons tubuh terhadap rangsangan seksual.
Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi dan dalam kondisi tertentu berkaitan dengan perubahan kadar hormon.