Jika seseorang terbiasa mendapatkan rangsangan seksual dengan pola tertentu dari pornografi, pengalaman seksual bersama pasangan mungkin terasa berbeda. Pada sebagian pria, hal tersebut dapat berkontribusi terhadap kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi.
Namun, hubungan ini tidak dapat dianggap sebagai penyebab tunggal disfungsi ereksi. Faktor lain tetap perlu dipertimbangkan.
10. Kurang Tidur atau Gangguan Tidur
Kualitas tidur juga memiliki kaitan dengan kesehatan seksual. Kurang tidur dapat memengaruhi hormon, meningkatkan stres, serta menurunkan energi dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Gangguan tidur seperti apnea tidur juga telah dikaitkan dengan disfungsi ereksi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan ketika tidur dan menurunkan kadar oksigen pada malam hari.
Menerapkan jadwal tidur yang teratur, mengurangi paparan layar sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya. Jika gangguan ereksi terjadi berulang, konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan apakah masalah tersebut berkaitan dengan kondisi fisik, obat-obatan, gaya hidup, atau faktor psikologis.
Dokter dapat melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan tambahan jika diperlukan. Kondisi seperti diabetes, hipertensi, gangguan hormon, atau masalah pembuluh darah dapat dievaluasi untuk mengetahui kemungkinan hubungannya dengan gangguan ereksi.
Perubahan gaya hidup juga dapat membantu menjaga fungsi seksual. Beberapa di antaranya adalah menjaga berat badan, rutin berolahraga, berhenti merokok, membatasi alkohol, tidur cukup, serta menghindari penggunaan obat-obatan terlarang.
Jika faktor psikologis menjadi pemicu, konseling atau terapi seksual dapat membantu mengatasi kecemasan performa, stres, maupun masalah kepercayaan diri. Komunikasi terbuka dengan pasangan juga dapat membantu mengurangi tekanan saat berhubungan seksual.
Pada kondisi tertentu, dokter mungkin mempertimbangkan obat untuk disfungsi ereksi. Obat seperti sildenafil atau tadalafil termasuk golongan penghambat PDE5 yang bekerja dengan membantu meningkatkan aliran darah ke penis. Penggunaan obat tersebut sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran tenaga medis.
Jadi, usia 20-an bukan jaminan seseorang terbebas dari masalah ereksi. Jika penis sering sulit ereksi atau ereksi tidak bertahan cukup lama, kondisi tersebut layak diperiksa untuk mengetahui penyebabnya. Semakin cepat faktor pemicunya diketahui, semakin tepat pula langkah penanganannya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)