JAKARTA — Mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi di usia 20-an bukan berarti seorang pria pasti memiliki masalah serius. Namun, kondisi ini juga sebaiknya tidak terus dianggap sepele, terutama jika terjadi berulang dan mulai mengganggu kehidupan seksual.
Melansir laman Hims, Disfungsi ereksi (DE) dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain kondisi fisik, faktor psikologis dan kebiasaan sehari-hari juga dapat berperan. Ereksi sendiri merupakan proses yang melibatkan otak, hormon, saraf, pembuluh darah, serta jaringan di sekitar penis. Gangguan pada salah satu bagian tersebut dapat memengaruhi kemampuan penis untuk ereksi.
1. Tekanan Darah Tinggi
Ereksi membutuhkan aliran darah yang baik menuju penis. Tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah sehingga aliran darah ke jaringan penis menjadi kurang optimal.
Hipertensi juga berkaitan dengan berbagai masalah kardiovaskular yang dapat memengaruhi fungsi seksual. Karena itu, disfungsi ereksi pada pria muda terkadang dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pembuluh darah yang belum terdeteksi.
Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat berkaitan dengan perubahan kadar hormon yang berperan dalam gairah dan fungsi seksual.
2. Obesitas
Kelebihan berat badan dan obesitas juga dapat meningkatkan risiko mengalami gangguan ereksi. Kondisi tersebut berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan gangguan metabolisme yang dapat memengaruhi aliran darah.
Obesitas juga dapat berhubungan dengan kadar testosteron yang rendah. Padahal, testosteron memiliki peran dalam gairah seksual dan fungsi reproduksi pria.
Menjaga berat badan tetap sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesehatan seksual.
3. Diabetes
Diabetes tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat berdampak pada pembuluh darah dan sistem saraf.