“Ini adalah contoh pod vape disposable. Kadar nikotinnya lima persen, sekitar 40 sampai 50 miligram nikotin. Satu pod ini nikotinnya setara dengan satu bungkus rokok yang isinya antara 12 sampai 16 batang,” ungkapnya.
Budi menilai varian rasa yang tersedia pada vape juga dapat membuat pengguna mengonsumsinya tanpa menyadari seberapa banyak cairan yang telah diisap. Rasa buah atau manis yang ditawarkan membuat produk tersebut terasa lebih menarik, khususnya bagi kalangan muda.
Selain nikotin, ia turut mengingatkan adanya zat kimia yang dapat terbentuk ketika cairan vape dipanaskan. Menurut Budi, proses tersebut dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi membahayakan kesehatan.
"Karena rasanya buah-buahan, kamu tidak sadar kan sudah nyedot sebanyak itu. Begitu cairan vape ini dipanasin, yang keluar adalah formalin. Zat yang sama yang digunakan buat ngawetin mayat," jelas Budi.
Ia juga menilai tampilan perangkat vape yang semakin beragam menjadi salah satu faktor yang membuat produk tersebut mudah menarik perhatian anak muda. Desain yang dianggap modern dan keren dapat membuat risiko penggunaan vape justru terabaikan.