Amankah Melunakkan Kurma untuk Bayi Baru Lahir? Ini Kata Pakar

Agustina Wulandari , Jurnalis
Sabtu 15 Agustus 2026 08:05 WIB
Ilustrasi kurma untuk bayi. (Foto: Magnific/rawpixel)
Share :

JAKARTA — Praktik melunakkan kurma dengan dikunyah terlebih dahulu lalu dioleskan ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir dikenal sebagai tradisi tahnik. Dalam sunnah Islam, seringkali tradisi ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat modern. Sebagian orang menganggap kebiasaan tersebut kurang higienis karena melibatkan air liur orang dewasa atau orang lain yang dianggap tidak sedarah.

Namun, Guru Besar FMIPA UI, Profesor Agustino Zulys dalam unggahan video di akun Instagramnya menegaskan bahwa ada sudut pandang ilmiah yang menjelaskan manfaat imunologi di balik praktik ini, selama dilakukan dengan syarat medis yang ketat.

“Jangan ngasal memberikan kurma dari mulut orang dewasa ke langit-langit mulut bayi baru lahir untuk menguatkan adaptasi dan meningkatkan imunitas bayi terhadap bakteri. Apakah ada sains di balik itu?," kata Prof. Zulys, dikutip Jumat (14/8/2026).

Ia memaparkan bahwa bayi baru lahir berada dalam fase adaptasi biologis yang sangat krusial. Sistem kekebalan tubuh bayi yang baru menginjakkan kaki di dunia nyata ibarat sebuah sistem komputer baru yang belum memiliki basis data imun. Proses ini sangat dipengaruhi oleh paparan mikroba di awal fase kehidupan bayi.

“Sistem imun bayi belum matang sempurna. Ya, seperti komputer baru yang belum banyak datanya. Tubuh bayi harus belajar mana yang berbahaya, mana yang aman, mana makanan, mana racun. Dan proses belajar ini sangat dipengaruhi oleh paparan mikroba di awal kehidupan," ucapnya.

Paparan Mikroba Melatih Sistem Imun Anak

Prof. Zulys menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia hidup triliunan mikroorganisme bermanfaat seperti bakteri, jamur, dan virus baik yang membentuk mikrobioma. Paparan mikroba dalam jumlah tepat di awal kehidupan justru memegang peranan kunci dalam melatih sistem imun anak agar tidak memicu reaksi alergi ekstrem di kemudian hari. Anak yang berada dalam lingkungan yang terlalu steril atau minim paparan mikroba justru memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi saat tumbuh dewasa

"Di tubuh kita hidup triliunan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus baik, yang disebut mikrobioma. Dan mengejutkannya, anak yang terlalu minim paparan mikroba di awal hidup, justru lebih beresiko mengalami alergi, asma, gatal-gatal kulit, bahkan gangguan imun. Bayi perlu latihan sistem imun di lingkungan nyata," kata Prof. Zulys.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya