Dispenser Air Ternyata Lebih Boros Listrik Dibandingkan Kulkas, Kok Bisa?

Niko Prayoga , Jurnalis
Kamis 13 Agustus 2026 15:05 WIB
Ilustrasi dispenser air. (Foto: dok Magnific/DC Studio)
Share :

JAKARTA - Banyak dari kita yang terbiasa membiarkan dispenser air tetap menyala selama 24 jam nonstop di rumah. Alat ini sering dianggap praktis dan tidak terlalu memakan banyak daya. Sebagian besar masyarakat justru mencurigai kulkas sebagai biang kerok membengkaknya tagihan listrik bulanan karena ukurannya yang besar dan harus terus beroperasi.

Padahal, persepsi tersebut justru terbalik; fitur pemanas pada dispenser lah yang secara diam-diam menyedot energi listrik jauh lebih besar. Praktisi bisnis lingkungan sekaligus influencer, Bang Sap melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya mengatakan bahwa konsumsi daya dari saklar pemanas dispenser yang terus aktif bisa mengalahkan penggunaan lemari es di rumah.

“Dispenser air panas dan dingin ternyata lebih boros dibandingkan nyalain lima kulkas sekaligus! Kita kan nganggapnya gak masalah, toh gak terus-terusan mesinnya aktif manasin air, kan? Padahal pemanasnya itu bisa narik sampai dengan 400 watt,” kata Bang Sap, dikutip Kamis (13/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam satu unit dispenser terdapat dua sistem mesin yang bekerja, yaitu pendingin dan pemanas. Dari kedua fungsi tersebut, elemen pemanas mengonsumsi daya yang jauh lebih dominan ketimbang pendinginnya.

“Di dalam dispenser ada dua mesin, yaitu mesin pemanas dan pendingin. Yang pendingin cuma makan sekitar 90-an watt aja, tapi yang memanaskan ternyata lebih boros 4,5 kalinya,” ucapnya.

Kerja mesin pemanas yang berlangsung secara otomatis dan berulang tanpa henti sepanjang hari menjadi penyebab utama melonjaknya konsumsi watt. Meski hanya digunakan sesekali saat membuat minuman hangat, pemanas akan terus bekerja mempertahankan suhu air.

“Dan pemanas itu gak kerja sekali doang, dia harus jaga air tetap panas terus. Tiap airnya mulai dingin, dia nyala lagi sepanjang hari, sepanjang malam. Padahal kita cuma pakai sesekali aja, kan? Makanya kadang ada dispenser panas yang sampai rusak dan merembes,” kata Bang Sap.

Kondisi mesin yang terus beroperasi ini tanpa disadari memberi dampak langsung pada beban finansial bulanan rumah tangga khususnya tagihan listrik. “Hitungan kasarnya, satu dispenser bisa memakan 1 sampai 1,4 kWh per hari. Artinya, dalam sebulan bisa memakan tarif sebesar Rp40-60 ribu cuma dari satu alat,” paparnya.

Kendati demikian, bukan berarti harus berhenti total menggunakan dispenser. Menurutnya, salah satu cara agar dispenser tidak memakan banyak daya listrik adalah dengan cara menggunakan pemanas seperlunya dan kemudian dimatikan saat tidak digunakan. 

“Tapi tenang, ada cara ngakalin supaya bisa lebih hemat, dengan mematikan saklar pemanasnya. Nyalain cuma pas mau bikin kopi, teh, atau matcha saset, air panas siap dalam beberapa menit. Sisanya, biarin mati dulu,” tutur Bang Sap.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya