Selain padat gizi, penelitian menunjukkan bahwa telur bisa jadi bagian dari menu seimbang pengontrol tekanan darah.
Studi tahun 2023 pada 2.349 orang dewasa di AS menemukan bahwa makan 5 butir telur atau lebih per minggu berkaitan dengan tingkat SBP 2,5 mm Hg lebih rendah dibanding mereka yang makan kurang dari setengah butir telur per minggu. Penggemar telur juga memiliki risiko jangka panjang yang jauh lebih rendah terkena hipertensi.
Konsumsi telur juga tidak terbukti meningkatkan faktor risiko penyakit jantung lainnya, dan bukti ilmiah mendukung bahwa orang dewasa sehat aman mengonsumsi hingga 3 butir telur per hari.
Tomat dan produk olahan tomat kaya akan nutrisi, seperti kalium dan pigmen karotenoid bernama likopen. Likopen terbukti berdampak positif pada kesehatan jantung, dan mengonsumsi makanan tinggi likopen membantu mengurangi faktor risiko hipertensi. Penelitian menunjukkan bahwa tomat dapat memperbaiki tekanan darah sekaligus menekan risiko kematian akibat penyakit jantung.
Brokoli terkenal akan manfaatnya bagi sistem peredaran darah. Menambahkan sayuran krusifer ini ke dalam menu harian adalah langkah cerdas untuk menurunkan tekanan darah.
Brokoli sarat antioksidan flavonoid yang membantu melancarkan fungsi pembuluh darah dan meningkatkan kadar asam nitrat di tubuh. Studi tahun 2024 terhadap 8.010 peserta menemukan hubungan signifikan antara penurunan hipertensi dan asupan total flavan-3-ol. Selain itu, riset tahun 2015 menunjukkan orang yang makan 4 porsi brokoli atau lebih per minggu memiliki risiko hipertensi lebih rendah dibanding yang hanya makan sekali sebulan.
Herba dan rempah-rempah tertentu mengandung senyawa kuat yang merelaksasi pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.