Respons tersebut tidak selalu berupa gonggongan. Dalam tugas keamanan, anjing dapat dilatih memberikan sinyal pasif, seperti duduk atau mempertahankan posisi sambil mengarahkan perhatian kepada objek yang dicurigai.
Meski memiliki kemampuan fisik yang tinggi, anjing K-9 tidak bekerja sepanjang hari. Waktu kerja perlu dibatasi agar kondisi fisik dan konsentrasinya tetap terjaga.
Dalam operasionalnya, K-9 umumnya bekerja sekitar 4 hingga 6 jam per hari dengan sesi patroli yang dilakukan secara berkala. Durasi patroli dapat berada pada kisaran 20 hingga 40 menit, tergantung kebutuhan dan kondisi lingkungan.
Besarnya biaya yang dibutuhkan untuk K-9 pada akhirnya menunjukkan bahwa sistem keamanan profesional tidak hanya mengandalkan manusia. Di kawasan bisnis dengan tingkat aktivitas tinggi, anjing pelacak menjadi salah satu aset yang membutuhkan investasi besar, mulai dari proses pelatihan, kesehatan, makanan, hingga tenaga handler.
Fenomena biaya K-9 yang disebut mencapai Rp15 juta per bulan pun menjadi perbincangan menarik di tengah masyarakat. Angka tersebut memperlihatkan bahwa di balik tugas seekor anjing pelacak terdapat rangkaian pelatihan dan kebutuhan operasional yang membuatnya berbeda dari hewan peliharaan biasa.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)