Bagian bawang yang biasanya dipanen dan digunakan untuk memasak adalah umbinya, yaitu bagian yang tumbuh di pangkal tanaman. Bawang merah, bawang bombai, dan bawang putih memiliki kandungan alami yang hampir serupa.
Bawang telah digunakan oleh berbagai budaya sebagai bahan penting dalam masakan. Salah satu alasannya adalah bawang dipercaya dapat membantu melawan mikroba dan parasit tertentu dalam sistem pencernaan.
Bawang juga kaya akan antioksidan, terutama pada lapisan luarnya. Banyak orang mengonsumsi bawang karena kandungan prebiotiknya yang dapat membantu melancarkan pencernaan dan mendukung keseimbangan mikrobioma di usus besar. Selain itu, bawang mengandung senyawa sulfur serta nutrisi seperti selenium dan vitamin C.
Berbagai kandungan tersebut menjadi alasan mengapa bawang tidak hanya menarik sebagai bahan makanan, tetapi juga mulai dilirik sebagai bahan perawatan kulit.
Bawang mengandung antioksidan dalam jumlah tinggi. Senyawa ini membantu melawan peradangan dengan cara melindungi tubuh dari radikal bebas. Dampaknya dapat memicu munculnya kerutan serta tanda-tanda penuaan dini lainnya.
Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas sehingga tidak dapat merusak sel. Salah satu antioksidan yang paling dikenal dalam ekstrak bawang adalah quercetin. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk membantu melawan peradangan dan mendukung proses penyembuhan.