Rambut Tiba-Tiba Botak Membentuk Lingkaran? Hati-Hati Bisa Jadi Alopecia Areata

Niko Prayoga , Jurnalis
Sabtu 08 Agustus 2026 17:05 WIB
Botak. (Foto: Freepik)
Share :

PERNAHKAH kamu tiba-tiba menemukan bercak botak berbentuk bulat sempurna di kulit kepala tanpa rasa sakit, gatal, atau bekas luka sebelumnya? Situasi seperti ini kerap membuat banyak orang panik dan langsung menebak-nebak penyebabnya.

Ada yang menyalahkan produk sampo yang tidak cocok. Lalu, ada yang merasa kekurangan vitamin, hingga spekulasi mistis yang tidak masuk akal.

1. Mengenal Alopecia Areata

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, memberikan penjelasan medis agar masyarakat tidak salah kaprah. Lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya, ia mengimbau publik untuk membuang jauh-jauh anggapan keliru tersebut dan mulai mengenal apa yang disebut dengan alopecia areata.

"Jadi rambut di area yang rontok dalam hitungan hari, padahal sebelumnya kamu enggak ada luka, enggak ada sakit, enggak ada gatal, itu banyak orang langsung menyalahkan sampo, kurang vitamin, bahkan ada yang percaya kalau ini terjadi diguna-guna. Buang jauh-jauh deh. Padahal bisa jadi itu adalah yang namanya alopecia areata," ujar dr. Aditya.

Secara medis, alopecia areata merupakan gangguan kesehatan yang berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Bukannya melindungi tubuh dari serangan penyakit, sistem imun justru keliru mengenali jaringan tubuh sendiri sebagai ancaman.

"Jadi alopecia areata adalah penyakit autoimun, yang artinya sistem kekebalan tubuh itu seharusnya melindungi tubuh, justru dia keliru menyerang akar rambut sendiri," tambah dia.

dr. Aditya menuturkan bahwa akar atau folikel rambut layaknya sebuah pabrik produksi. Ketika terjadi serangan autoimun, pabrik tersebut tidak serta-merta hancur, melainkan dipaksa berhenti beroperasi sementara waktu. Akhirnya, timbulah bercak botak berbentuk bulat di kepala.

"Bayangin deh, folikel rambut itu seperti pabrik yang harus terus memproduksi rambut. Saat dia diserang oleh sistem imun, pabriknya dia tidak merusak permanen, tetapi dipaksa berhenti produksi. Akibatnya, rambut tiba-tiba rontok membentuk bercak botak yang tegas dan bulat," papar dr. Aditya.

2. Beda dengan Kebotakan Akibat Luka Fisik

dr. Aditya menjelaskan, kondisi ini berbeda dengan kebotakan akibat luka fisik atau jaringan parut (scarring) yang dapat merusak akar rambut secara permanen. Pada kasus alopecia areata, folikel rambut sebenarnya masih berada dalam kondisi hidup dan aktif, hanya saja siklus pertumbuhannya terhenti sejenak.

"Terus menariknya, folikel rambutnya sebenarnya masih hidup, masih aktif. Jadi kondisi ini berbeda dengan kebotakan permanen ya, karena luka atau misalnya jaringan parut," ucap dia.

 

3. Penyebab Alopecia Areata

Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan seseorang dapat mengalami kondisi autoimun ini? dr. Aditya mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada penyebab pasti yang teridentifikasi secara tunggal.

Namun, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan potensi seseorang mengalaminya. Di antaranya, faktor genetik, riwayat penyakit autoimun lain, serta tekanan stres yang berat.

"Dan banyak yang tanya sama aku, ‘Dok, kenapa bisa kena?’ Sampai sekarang penyebab pastinya sebenarnya belum diketahui. Tetapi, untuk resikonya lebih tinggi pada orang-orang yang memiliki faktor genetik, riwayat penyakit autoimun, atau setelah mengalami stres fisik maupun emosional berat. Jadi kalau yang lagi capek banget mikirin sesuatu, ini bisa terjadi," tutur dr. Aditya.

Meski stres kerap dikaitkan dengan kerontokan, ia menekankan bahwa stres bukanlah satu-satunya penyebab utama, melainkan pemicu (trigger) bagi mereka yang sudah memiliki kecenderungan genetik. Selain itu, dr. Aditya juga meluruskan stigmata sosial yang sering menyertai penderita kebotakan ini bahwa alopecia areata bukanlah penyakit menular.

"Tapi ingat ya, stres itu bukan penyebab utama, melainkan salah satu faktor yang dapat memicu munculnya penyakit pada orang yang memang dia memiliki bakat. Karena yang perlu diluruskan, bahwa alopecia areata ini bukan penyakit yang menular. Jadi kamu tidak akan tertular karena memakai sisir yang sama, memakai helm yang bergantian, atau jabat tangan," tegas dia.

Perjalanan penyakit ini pada setiap individu bisa bervariasi. Pada beberapa kasus ringan, rambut dapat tumbuh kembali secara alami tanpa pengobatan khusus. Kendati demikian, tidak sedikit pula penderita yang mengalami perluasan area kebotakan hingga ke bagian tubuh lainnya.

"Jadi ada beberapa kasus yang dibiarkan dan memang dia akan tumbuh kembali dengan sendirinya. Tetapi pada sebagian orang lainnya, area botak ini justru semakin melebar, muncul di beberapa titik sekaligus, dari mulai alis, bulu mata, jenggot, sampai seluruh rambut di kepala," lanjut dr. Aditya.

Melihat respons tubuh yang berbeda-beda tersebut, penanganan medis sejak dini menjadi langkah krusial untuk mencegah kebotakan meluas serta mengembalikan pertumbuhan rambut lebih cepat.

"Karena itu, semakin cepat ditangani sebenarnya peluang rambut tumbuh kembali itu umumnya semakin baik. Ingat, yang hilang itu bukan akar rambutnya, tetapi siklus pertumbuhan rambutnya yang sedang dihentikan oleh sistem imun. Dan enggak usah khawatir, kabar baiknya kondisi ini bisa diobati dan sembuh kembali," pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya