Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan seseorang dapat mengalami kondisi autoimun ini? dr. Aditya mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada penyebab pasti yang teridentifikasi secara tunggal.
Namun, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan potensi seseorang mengalaminya. Di antaranya, faktor genetik, riwayat penyakit autoimun lain, serta tekanan stres yang berat.
"Dan banyak yang tanya sama aku, ‘Dok, kenapa bisa kena?’ Sampai sekarang penyebab pastinya sebenarnya belum diketahui. Tetapi, untuk resikonya lebih tinggi pada orang-orang yang memiliki faktor genetik, riwayat penyakit autoimun, atau setelah mengalami stres fisik maupun emosional berat. Jadi kalau yang lagi capek banget mikirin sesuatu, ini bisa terjadi," tutur dr. Aditya.
Meski stres kerap dikaitkan dengan kerontokan, ia menekankan bahwa stres bukanlah satu-satunya penyebab utama, melainkan pemicu (trigger) bagi mereka yang sudah memiliki kecenderungan genetik. Selain itu, dr. Aditya juga meluruskan stigmata sosial yang sering menyertai penderita kebotakan ini bahwa alopecia areata bukanlah penyakit menular.
"Tapi ingat ya, stres itu bukan penyebab utama, melainkan salah satu faktor yang dapat memicu munculnya penyakit pada orang yang memang dia memiliki bakat. Karena yang perlu diluruskan, bahwa alopecia areata ini bukan penyakit yang menular. Jadi kamu tidak akan tertular karena memakai sisir yang sama, memakai helm yang bergantian, atau jabat tangan," tegas dia.
Perjalanan penyakit ini pada setiap individu bisa bervariasi. Pada beberapa kasus ringan, rambut dapat tumbuh kembali secara alami tanpa pengobatan khusus. Kendati demikian, tidak sedikit pula penderita yang mengalami perluasan area kebotakan hingga ke bagian tubuh lainnya.
"Jadi ada beberapa kasus yang dibiarkan dan memang dia akan tumbuh kembali dengan sendirinya. Tetapi pada sebagian orang lainnya, area botak ini justru semakin melebar, muncul di beberapa titik sekaligus, dari mulai alis, bulu mata, jenggot, sampai seluruh rambut di kepala," lanjut dr. Aditya.
Melihat respons tubuh yang berbeda-beda tersebut, penanganan medis sejak dini menjadi langkah krusial untuk mencegah kebotakan meluas serta mengembalikan pertumbuhan rambut lebih cepat.
"Karena itu, semakin cepat ditangani sebenarnya peluang rambut tumbuh kembali itu umumnya semakin baik. Ingat, yang hilang itu bukan akar rambutnya, tetapi siklus pertumbuhan rambutnya yang sedang dihentikan oleh sistem imun. Dan enggak usah khawatir, kabar baiknya kondisi ini bisa diobati dan sembuh kembali," pungkas dia.
(Djanti Virantika)