Viral Bigmo Ajak Anak-Anak Promosikan Vape, Dokter Ungkap 3 Bahaya Nikotin bagi Anak dan Remaja

Niko Prayoga , Jurnalis
Rabu 05 Agustus 2026 18:05 WIB
Bigmo. (Foto: Media sosial)
Share :

JAGAT media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh aksi seorang streamer Muhammad Jannah atau kerap disapa Bigmo. Dia diduga mengajak anak-anak mempromosikan vape atau bahan nikotin dalam streamingnya.

Hal tersebut menuai sorotan dari banyak pihak termasuk para dokter dan pakar kesehatan. Sebab, nikotin punya bahaya besar, apalagi untuk anak-anak.

1. Bigmo Ajak Anak-Anak Promosikan Vape

Salah satu dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, dalam utas di akun Threads miliknya ikut menyoroti hal tersebut. Dia memaparkan dampak nikotin terhadap anak.

dr. Adam membeberkan 3 alasan utama mengapa paparan vape sangat berbahaya bagi anak dan remaja. Dampak ini muncul, baik secara fisik maupun psikologis.

2. 3 Bahaya Nikotin

Pertama, mengganggu perkembangan otak. Otak anak dan remaja masih berada dalam fase tumbuh kembang yang krusial. Nikotin yang terkandung di dalam vape maupun produk lainnya dapat merusak proses ini secara langsung.

“Pada anak, nikotin dalam vape bisa bekerja langsung ke otak yang masih berkembang. Nikotin bisa mengganggu perkembangan otak anak, mempengaruhi kontrol diri, kemampuan belajar, sampai risiko masalah perilaku. Bayangin, bisa ngaruh ke otak, taruhannya masa depan anaknya," kata dr. Adam, dikutip Rabu (5/8/2026).

 

Selain nikotin, cairan (liquid) rokok elektrik mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Hal ini tak boleh dianggap remeh.

“Cairan vape mengandung formaldehid dan logam berat, zat-zat yang bisa merusak paru-paru dan berpotensi menyebabkan kanker," ujar dr. Adam.

Di sisi lain, klaim bahwa vape adalah alat bantu untuk berhenti merokok terbukti keliru jika diterapkan pada anak-anak. Riset menunjukkan anak yang terpapar vape justru lebih rentan terjerat kecanduan rokok tembakau.

“Penelitian nemuin bahwa remaja pengguna vape punya risiko hampir tiga kali lipat buat akhirnya jadi perokok tembakau aktif. Jadi anggapan vape itu jalan keluar dari rokok, sebenernya kebalik. Malah pada anak dan remaja, vape lebih sering jadi gerbang masuk ke rokok konvensional," tutur dr. Adam.

Pernyataannya ini diperkuat oleh temuan ilmiah, salah satunya merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan RI serta tinjauan ilmiah Vaping and harm in young people: umbrella review. Data tersebut menunjukkan peningkatan tren paparan rokok elektronik pada usia muda yang kian mengkhawatirkan.

Maka dari itu, dr. Adam mengajak masyarakat khususnya para figur publik dan pemegang pengaruh di ranah media sosial untuk lebih bijak serta tidak memanfaatkan kepopuleran anak demi kepentingan promosi produk berbahaya.

“Jadi, udah cukup jelas ya kenapa kita harus kesel banget sama orang-orang, terutama yang punya power gede, dan malah digunakan untuk minta anak-anak promosiin vape?” pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya