Selain itu, ia juga menyinggung metode hot and cold therapy, yakni mengombinasikan ice bath dengan sauna. Menurutnya, metode ini juga memiliki manfaat dalam membantu pemulihan otot setelah latihan beban apabila dilakukan dengan tepat.
Meski menawarkan berbagai manfaat, dr. Tirta mengingatkan agar penggunaan sauna tidak dilakukan secara berlebihan. Paparan suhu panas dalam durasi terlalu lama justru dapat berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi pria, terutama kualitas sperma.
"Tapi, sauna yang terlalu sering dan terlalu lama, misalkan lebih dari 40 menit atau lebih dari 15 menit dan dilakukan terus-terusan, itu justru mengganggu kinerja sperma pada testis," tegasnya.
Menurut dr. Tirta, testis merupakan organ yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Karena itu, paparan panas yang berlebihan, termasuk saat terlalu lama berada di sauna, dapat memengaruhi proses pembentukan sperma.
"Maka buat teman-teman yang sauna, boleh, tapi enggak sampai sejam dua jam juga. Mau ngapain juga sauna sejam? Orang sauna itu biasanya habis yoga atau habis angkat beban. Habis lari itu jarang orang sauna, habis lari ya ice bath," pungkas dr. Tirta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)