JAKARTA – Diet ketat demi menurunkan berat badan dengan cepat ternyata bisa berdampak serius bagi kesehatan. Dokter mengingatkan bahwa memangkas asupan kalori secara berlebihan dapat memicu gangguan lambung, bahkan menyebabkan penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) harus mendapatkan penanganan darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Gia Pratama, membagikan pengalamannya menangani seorang pasien yang harus dilarikan ke IGD setelah menjalani pola diet ekstrem yang tengah menjadi tren. Menurutnya, pasien tersebut memangkas asupan kalori harian secara drastis demi mengejar target penurunan berat badan dalam waktu singkat.
“Teman-teman, aku pernah menangani pasien yang datang dengan GERD yang sudah parah. Awalnya dia pikir cuma asam lambung biasa, tapi setelah aku periksa dan ngobrol lebih lanjut, ternyata penyebabnya justru dari cara dietnya,” kata dr. Gia.
Ia menjelaskan, pasien tersebut hanya mengonsumsi sekitar 300 kalori per hari, jauh di bawah kebutuhan energi harian rata-rata orang dewasa.
“Dia lagi kejar target kurus dan ikut diet yang lagi viral. Makannya cuma sehari 300 kalori, padahal rata-rata masih butuh kira-kira 1.200 sampai 1.500 kalori, tergantung usia dan aktivitasnya. Akibatnya lambung kosong terlalu lama, asam lambung meningkat, badan lemas, dan akhirnya GERD-nya kambuh sampai harus ke IGD,” ungkapnya.
Berkaca dari kasus tersebut, dr. Gia mengimbau masyarakat agar tidak salah memahami konsep diet. Menurutnya, diet bukan berarti menahan lapar atau mengurangi porsi makan secara berlebihan, melainkan mengatur pola makan sesuai kebutuhan nutrisi dan kondisi tubuh masing-masing.
“Makanya memang aku selalu bilang, untuk diet itu bukan makan sesedikit mungkin. Diet itu disesuaikan dengan kebutuhan unik tubuh kita. Karena setiap orang punya kondisi kesehatan, aktivitas, dan kebutuhan nutrisi yang berbeda,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama diet adalah menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar penurunan berat badan dalam waktu singkat.
“Tujuannya memang bukan cuma menurunkan berat badan, tapi tubuh tetap sehat secara optimal, lalu dietnya juga bisa dijalani dengan nyaman, konsisten, dan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)