DUNIA bola voli Indonesia memiliki banyak kisah menarik. Salah satunya datang dari pasangan ibu dan anak, Rita Kurniati dan Alfin Daniel Pratama.
Siapa sangka, keduanya sama-sama pernah tampil di ajang Proliga 2026. Momen itu terbilang langka di kompetisi bola voli Tanah Air, apalagi usia ibu dan anak terpaut begitu jauh.
Tak hanya memiliki hubungan keluarga, Rita dan Alfin juga sama-sama berposisi sebagai setter, pemain yang bertugas mengatur ritme serangan tim. Kesamaan tersebut membuat kisah keduanya semakin menarik perhatian pencinta voli Indonesia.
Nama Rita Kurniati bukanlah sosok asing di dunia voli nasional. Mantan setter Tim Nasional Voli Putri Indonesia itu pernah menjadi andalan sejumlah klub papan atas di Indonesia.
Pada Proliga 2026, Rita kembali meramaikan kompetisi dengan memperkuat Jakarta Popsivo Polwan. Kehadirannya menjadi salah satu sorotan karena ia melakukan comeback ke level kompetitif sekaligus membawa pengalaman panjangnya untuk membantu tim bersaing di papan atas. Rita juga comeback di usia tidak muda lagi, yakni menginjak 47 tahun.
Pengalaman yang dimiliki Rita diharapkan dapat menjadi modal penting bagi Popsivo. Utamanya dalam membimbing para pemain muda di dalam tim.
Sementara itu, sang putra, Alfin Daniel Pratama, telah menjelma menjadi salah satu setter terbaik Indonesia. Pemain yang memperkuat Jakarta Bhayangkara Presisi itu juga merupakan bagian penting dari Tim Nasional Voli Putra Indonesia.
Kemampuan Alfin dalam mengatur permainan membuatnya dipercaya menjadi motor serangan tim. Berbagai prestasi bersama klub maupun tim nasional semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu setter terbaik di Indonesia saat ini.
Alfin bisa jadi andalan di masa depan bagi voli Indonesia karena umurnya yang juga baru 24 tahun. Alfin lahir pada 2 Mei 2002.
Hal yang membuat kisah Rita dan Alfin begitu istimewa adalah keduanya sama-sama menjalani karier sebagai setter dan tampil di Proliga 2026. Meskipun, keduanya membela klub yang berbeda.
Rita memperkuat Jakarta Popsivo Polwan di sektor putri, sedangkan Alfin membela Jakarta Bhayangkara Presisi di sektor putra. Kehadiran ibu dan anak di kompetisi profesional yang sama menjadi pemandangan yang jarang terjadi dalam sejarah Proliga.
Perjalanan Rita dan Alfin menunjukkan bahwa kecintaan terhadap olahraga dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pengalaman Rita sebagai mantan atlet nasional menjadi inspirasi bagi Alfin untuk meniti karier di dunia bola voli hingga berhasil menjadi pemain tim nasional.
Meski bermain di kategori dan klub yang berbeda, Rita Kurniati dan Alfin Daniel menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan kecintaan terhadap olahraga mampu melahirkan kisah inspiratif yang layak dikenang dalam dunia voli Indonesia.
(Djanti Virantika)