Ilustrasi wisata medis. (Foto: dok Magnific)
3. Pemulihan dan Rehabilitasi: Terapi pemulihan pasca stroke, cedera olahraga, atau pascaoperasi di lingkungan yang tenang.
4. Penyembuhan Menyeluruh (Holistic Healing): Program penanganan stres, yoga, meditasi, dan kearifan lokal di tempat yang asri.
5. Perawatan Kecantikan Integratif: Perawatan kulit, bedah estetika, dan kesehatan gigi yang memadukan teknologi modern serta bahan alami.
Menurut Kementerian Kesehatan, Dewan Nasional Wisata Medis dan Kesehatan (DNWMK) telah menyusun peta jalan jangka panjang (10-20 tahun) dan membagi peran tiap daerah sesuai keunggulannya. Ada beberapa daerah di Indonesia sebagai lokasi wisata medis, antara lain:
- Bali: Pusat kebugaran (wellness) dan penyembuhan menyeluruh (holistik), seperti meditasi, yoga, spa tradisional, dan perawatan penuaan (anti-aging).
- Jakarta dan Surabaya: Pusat penanganan penyakit kompleks berteknologi tinggi, seperti perawatan jantung, kanker, saraf, serta bedah robotik.
- Batam dan Bintan: Pusat layanan kesehatan kawasan regional untuk menarik pasien dari Singapura dan Malaysia, berfokus pada pemeriksaan kesehatan cepat, perawatan estetika, dan pemulihan pascaoperasi.
- Medan: Pusat layanan spesialis dan pemeriksaan kesehatan yang terhubung dengan kawasan wisata Danau Toba.
- Yogyakarta dan Surakarta (Solo): Pusat pengobatan tradisional yang dipadukan dengan medis modern berbasis bukti ilmiah, seperti jamu dan akupunktur.
- Lombok dan Labuan Bajo: Pusat wisata kesehatan berbasis pemulihan dan kesegaran di alam terbuka.
(Agustina Wulandari )