Sesi utama berupa talkshow “Menjadi Perempuan” membahas pengaruh stigma sosial, budaya, dan ekspektasi terhadap perempuan, khususnya perempuan dengan PMOS. Talkshow ini menghadirkan dr. Mahatmasara Adhiwasa, RA Oriza Sativa, Prily Soetiman, dan Aya Canina, serta dipandu oleh Hapsa Arafa.
Sebagai bentuk refleksi diri, peserta juga mengikuti dua sesi workshop dari Flora Craftee, pertama yaitu “Rangkai Rupa Diri: Bracelet Charm” yang mengajak peserta membuat gelang sebagai simbol dukungan dari orang-orang terdekat. Kedua, “Rangkai Rupa Diri: Flower Arrangement” yang mengajak peserta merangkai bunga sebagai bentuk self-love dan penerimaan diri.
Acara ditutup dengan Karaoke Night bertema “No Sad Songs”. Pada sesi ini, peserta saling membagikan kartu bertuliskan “You Made Someone’s Night Better” sebagai bentuk apresiasi, yang kemudian ditutup dengan penampilan dari DJ Tithanauli.
“Daraloka, menjadi bukti nyata dalam mempraktikkan konsep dan teori menjadi suatu acara, kampanye, baik offline maupun online, dan aktivasi yang melibatkan banyak mitra, sehingga membentuk pemahaman bagi audiens atau peserta yang hadir akan isu PMOS, kesetaraan, dan inklusifitas,” ujar Melvin Bonardo Simanjuntak, selaku dosen pengampu mata kuliah Community Development.
Founder komunitas Kata Nona, Aya Canina mengatakan, bersama Daraloka, Kata Nona percaya membicarakan PMOS terbuka bentuk keberpihakan pada perempuan.