“Beberapa penulis bertujuan untuk menyentuh hati pembaca, yang lain ingin menulis kalimat-kalimat yang indah. Saya ingin pembaca terus-menerus terkejut oleh ide-ide saya,” ujarnya dalam wawancara langka dengan The Wall Street Journal pada tahun 2011.
Pada 2023, buku-bukunya telah terjual lebih dari 100 juta eksemplar di Jepang, menurut penerbitnya.
Namun, ia juga meraih basis pembaca internasional yang besar, terutama di Tiongkok, di mana terjemahan karya-karyanya mendominasi daftar buku terlaris. Di media sosial dan media pemerintah Tiongkok, para penggemar meratapi kepergiannya sambil memuji keahliannya dalam bercerita dan membangun karakter.
Novel terbarunya yang berjudul “Eternal Memory” dijadwalkan terbit bulan depan, tepatnya 5 Agustus 2026.
(Agustina Wulandari )