Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku UMKM. Sebanyak 40 stan produk unggulan yang dikoordinasikan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember memadati kawasan festival. Para pelaku usaha, mulai dari pedagang kuliner hingga produk fesyen, mencatat peningkatan omzet selama acara berlangsung.
Selain itu, para seniman dan peserta dari berbagai daerah turut memanfaatkan JFC sebagai ruang berekspresi sekaligus sarana pelestarian budaya melalui karya busana yang ditampilkan.
Keberhasilan penyelenggaraan JFC 2026 semakin memperkuat posisi Kabupaten Jember sebagai salah satu destinasi penyelenggara festival berskala internasional sekaligus mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)