"JFC 2026 membuktikan bahwa seni kostum dan budaya mampu menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan global tentang keberlanjutan lingkungan. Kehadiran ribuan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara menjadi bukti nyata bahwa kreativitas anak bangsa adalah magnet utama pariwisata daerah," ujar Budi.
Penyelenggaraan JFC ke-24 juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jember. Tingkat okupansi hotel meningkat selama akhir pekan pelaksanaan festival, sementara pasar kreatif UMKM dan sentra kuliner di sekitar lokasi acara ramai dikunjungi wisatawan.
Melalui dukungan program Karisma Event Nusantara (KEN), JFC dinilai mampu menjadi salah satu sarana promosi pariwisata daerah sekaligus mendorong pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi JFC dalam mengembangkan industri kreatif dan pariwisata.
"Kementerian Pariwisata sangat mengapresiasi konsistensi Jember Fashion Carnaval dalam merawat dan memajukan industri kreatif Indonesia. Sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), JFC tidak hanya sukses mendorong pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menjadi contoh bagaimana sebuah event budaya mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga perajin lokal," ujar Widiyanti.