Bukan Telur, Ternyata Bakteri Ini Sebab Timbulnya Bisul

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 26 Juli 2026 11:08 WIB
Ilustrasi bisul. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA — Anggapan bahwa mengkonsumsi telur dapat memicu timbulnya bisul masih melekat kuat sebagai mitos di tengah masyarakat Indonesia. Kepercayaan awam ini kerap membuat sebagian orang ragu untuk mengonsumsi telur, padahal bahan makanan tersebut merupakan salah satu sumber protein hewani yang murah dan kaya nutrisi.

Mitos ini kembali mencuri perhatian publik setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (27/7) mengaku banyak mengkonsumsi telur saat kecil hingga mengalami bisulan. Pernyataan nostalgia tersebut langsung menyita perhatian publik dan kembali memicu diskusi hangat terkait kaitan antara konsumsi telur dan kesehatan kulit.

Menanggapi fenomena tersebut, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik sekaligus influencer kesehatan Ayman Alatas dalam unggahan video di akun Instagramnya menegaskan bahwa anggapan telur sebagai penyebab bisulan adalah murni mitos yang tidak tepat secara medis. Ia menjelaskan bahwa bisul sebetulnya muncul karena bakteri Staphylococcus aureus.

“Izin meluruskan. Jadi mitos telur bikin bisul ini udah ada lama, sampai sekarang ini masih terus dibahas katanya makan telur itu bikin bisulan. Pada dasarnya, bisulan itu karena infeksi bakteri, kebetulan aku spesialis mikrobiologi klinik, ini kompetensi aku. Disebabkan sama bakterinya adalah Staphylococcus aureus yang paling sering. Kalau jerawat, itu disebabkan Cutibacterium acnes,” kata dr. Ayman dikutip Sabtu (25/7/2026).

Lebih lanjut, dr. Ayman menjelaskan mengapa sebagian orang mengaitkan munculnya bisul setelah memakan telur. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan reaksi alergi atau sensitivitas kulit pada individu tertentu, bukan karena pengaruh langsung dari telur itu sendiri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya