JAKARTA - Susu kedelai selama ini dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Tapi, sebuah kebiasaan buruk bisa mengubahnya jadi berbahaya.
Dikutip dari The Standard, seorang wanita berusia 50 tahun tidak merokok dan tidak minum alkohol, yang rutin minum susu kedelai setiap hari untuk asupan proteinnya, harus mencari bantuan medis karena kesulitan menelan.
Setelah diperiksa, ia didiagnosis mengidap kanker kerongkongan (esofagus). Usut punya usut, ada satu kebiasaan fatal sebelum meminumnya yang membuat minuman sehat itu berubah jadi zat karsinogenik (pemicu kanker).
Dokter Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dr. Ng Chiu-fan menceritakan kasus ini dalam sebuah program kesehatan. Pasien wanita ini sebenarnya sangat peduli dengan kesehatannya.
Tapi, dokter menemukan bahwa di kantor, wanita ini punya kebiasaan memanaskan susu kedelainya di dalam microwave sampai tiga kali berturut-turut hingga "sangat panas dan berbuih" sebelum meminumnya.
Selain itu, ia juga pantang memesan mi kuah untuk dibungkus. Ia lebih suka makan mi kuah langsung di restoran saat kondisinya masih mengepul panas.
Menurut dr. Ng, meski wanita tersebut menghindari rokok dan alkohol, kebiasaannya mengonsumsi susu kedelai dan sup dalam keadaan sangat panas secara terus-menerus telah merusak dan mengiritasi selaput lendir di area laring dan kerongkongannya. Seiring waktu, kebiasaan ini bikin risiko kankernya melonjak tajam.
Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan minuman dengan suhu di atas 65°C sebagai "Karsinogen Grup 2A", kemungkinan besar memicu kanker pada manusia. WHO sangat melarang mengonsumsi minuman di suhu tersebut.
Kalau kamu mulai merasa ada yang mengganjal di tenggorokan dalam waktu lama saat menelan, anggap itu sebagai lampu kuning dan segera periksakan ke dokter!
Gejala awal yang sering muncul:
Gejala tahap lanjut (jika makin parah):
Intinya, minum susu kedelai atau makan sup memang bagus, tapi jangan dibiasakan memakannya saat masih mengepul atau mendidih panas, ya! Tunggu agak hangat dulu supaya tenggorokan dan kerongkongan kamu tetap aman.
(Agustina Wulandari )