Ia mengatakan, dalam praktik klinisnya, tak jarang dijumpai pasien wanita berusia muda yang belum menopause tetapi sudah mengalami serangan jantung akibat kebiasaan tersebut.
"Merokok, ngevape itu ngerusak keseimbangan hormon seorang wanita dan itu menyebabkan peradangan dan akhirnya bikin penyempitan (pembuluh darah) yang lebih cepat dibandingkan seharusnya," tutur dr. Bobby.
Maka dari itu, ia mengimbau para wanita untuk merawat "proteksi alami" yang sudah dimiliki tubuh dengan menyayangi kesehatan dan menghindari faktor risiko. Selain merokok, dr. Bobby juga mengingatkan bahwa kondisi medis lain seperti diabetes dan hipertensi turut mempertinggi risiko peradangan serta penyumbatan pembuluh darah pada wanita, terlepas dari faktor usia maupun status menopause.
"Jadi buat teman-teman yang wanita yang merokok, baiknya jangan. Sayang gitu loh, karena kan udah ada proteksinya secara fitrahnya. Sayang kalau dirusak," ucapnya.
(Agustina Wulandari )