JAKARTA - Baju olahraga dengan bahan polyester sering dianggap punya aroma kurang sedap setelah dipakai berkeringat. Padahal, baju tersebut sudah dicuci bersih. Tenang, bukan kamu yang bau badan, melainkan bahan dari baju itu sendiri!
Melansir The Standard, sebuah studi dari University of Alberta berhasil mengungkapkan faktanya. Tim peneliti yang dipimpin oleh Textile Scientist, Rachel McQueen menemukan bahwa bahan pakaian favorit untuk baju olahraga, yaitu polyester, adalah penyebabnya.
Menurut McQueen, serat polyester memiliki sifat yang unik: tidak suka air (hidrofobik) tetapi sangat suka minyak (lipofilik). Saat seseorang beraktivitas dan berkeringat, tubuh mengeluarkan asam lemak dan senyawa organik. Nah, karena sifatnya yang "suka minyak" tadi, polyester akan menangkap dan mengunci senyawa penyebab bau tersebut di dalam seratnya.
Masalahnya, mencuci dengan cara biasa sering kali tidak cukup untuk mengangkat sisa-sisa minyak ini sampai tuntas. Akibatnya, seiring baju tersebut sering dipakai dan dicuci, sisa minyak yang menumpuk akan mengendap. Begitu baju itu dipakai lagi dan terkena suhu hangat dari kulit kita, bau asamnya pun kembali menguar.
Lewat simulasi keringat, tim peneliti juga menguji berbagai serat kain. Berikut beberapa temuan menariknya:
Kain yang terbuat dari selulosa nabati seperti katun ternyata menyerap dan melepaskan paling sedikit senyawa bau. Jadi, kalau kamu berencana beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas, pakaian dari campuran bahan ini adalah pilihan paling aman untuk mencegah bau badan.
Bahan nilon dan wol awalnya memang menyerap bau, tetapi mereka melepaskannya dengan sangat cepat. Setelah 24 jam, tingkat baunya akan berkurang drastis, nyaris menyamai katun. Oleh karena itu, pakaian berbahan ini tidak selalu harus buru-buru dicuci; cukup gantung dan angin-anginkan di tempat bersirkulasi udara yang baik.