Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan Rutin, Dokter Ungkap Risikonya!

Niko Prayoga , Jurnalis
Senin 20 Juli 2026 07:02 WIB
Ilustrasi lari jarak jauh. (Foto: dok Magnific)
Share :

Seperti contohnya dalam berjalan kaki, dr. Bobby menyarankan agar olahraga jalan kaki dilakukan secara bertahap dengan berjalan selama 30 menit. Kemudian tensi jalan kaki dinaikan menjadi jalan cepat setelah tubuh terbiasa selama dua hingga tiga bulan. Setelah itu baru bisa masuk kepada fase olahraga kardiovaskular secara intens seperti jogging atau lari. 

“Kalau enggak biasa jalan kaki, kita mulai jalan kaki rutin aja 30 menit dengan kecepatan yang santai. Belum ada target apa-apa kalau memang belum pernah. Kalau sudah biasa mungkin dua sampai bulan, diubah menjadi jalan cepat. Setelah mungkin enam bulan rutin jalan cepat, baru mulai kardio yang agak lebih intens, seperti jogging atau lari,” ucap dr. Bobby. 

Maka dari itu, ia sangat tidak menyarankan melakukan olahraga dengan intensitas tinggi atau berat secara langsung tanpa pembiasaan. Apalagi jika seseorang tersebut telah memasuki umur 35 tahun ke atas. 

“Untuk kesehatan dan keamanan jantung, saya tidak menyarankan teman-teman yang baru mulai olahraga langsung intensitas berat seperti lari. Apalagi kalau di usia 35 ke atas, 40-an jangan coba-coba sebelum medical check-up,” katanya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya