LIMA tahap stimulasi motorik halus bayi saat belajar makan penting diketahui. Sebab ternyata, orangtua tak perlu buru-buru memakai sendok saat menyuapi bayi yang baru belajar makan.
Ya, menyaksikan momen si kecil mulai belajar makan mandiri atau self-feeding selalu menjadi fase yang mendebarkan sekaligus menyenangkan bagi para orangtua. Namun, tak jarang ibu dan ayah merasa cemas atau tidak sabar ketika melihat bayinya justru sibuk meraup makanan dengan tangannya hingga berantakan, alih-alih langsung mahir menggunakan sendok.
Ternyata, proses ini adalah hal yang sepenuhnya normal. Dokter Spesialis Anak, dr. Lucky Yogasatria dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan bahwa kemampuan motorik anak berkembang secara bertahap. Maka dari itu, penting bagi anak diberikan stimulasi genggaman yang tepat sesuai usia tumbuh kembang anak.
"Bayi belajar makan sendiri itu tidak langsung pintar memegang sendok. Mulainya dari menggenggam dengan seluruh telapak, meraup benda, lalu perlahan baru bisa menjepit makanan kecil dengan ibu jari dan telunjuk. Makanya, stimulasi genggaman penting banget. Bisa lewat mainan ringan, balok, memindahkan benda, sampai mengambil finger food yang lunak dan aman," kata dr. Lucky.
Berikut 5 Tahap Stimulasi Motorik Halus Bayi saat Belajar Makan:
Pada fase awal ini, jari-jari bayi akan cenderung menyapu benda di depannya untuk dimasukkan ke dalam telapak tangan. Cara stimulasinya, orangtua bisa meletakkan mainan berbahan kain atau benda pipih yang aman di hadapan bayi untuk memancing gerakannya.
Memasuki usia ini, bayi mulai mencoba menggenggam sesuatu dari sisi ibu jari mereka, meskipun sesekali mereka masih menggunakan bantuan seluruh telapak tangan. Cara stimulasinya orangtua bisa mencoba menawarkan balok mainan berukuran sedang langsung dari arah depan anak agar mereka belajar meraihnya.
Fase ini menjadi tonggak penting sebelum anak belajar memegang sendok. Bayi mulai bisa menjepit benda menggunakan bantalan ibu jari dan telunjuknya.
Cara stimulasinya bisa dengan memberikan finger food (makanan padat yang mudah digenggam) bertekstur lunak. Pastikan jenis makanan ini aman dan anak berada di bawah pengawasan penuh.
Kemampuan motorik halus anak kian terasah. Benda-benda di sekitarnya kini sudah mulai bisa diambil dengan menggunakan ujung ibu jari dan telunjuk.
Cara stimulasinya bisa dengan melatih terus kemampuan ini dengan memberikan potongan makanan lunak. Ukuran makanan disesuaikan dengan kemampuan makan anak.
Pada fase setahun pertama ini, koordinasi tangan anak sudah semakin matang. Jepitan jari mereka menjadi lebih tepat, baik saat mengambil maupun melepaskan benda-benda berukuran kecil.
Cara stimulasinya, orangtua bisa mengajak anak bermain menempel stiker. Orangtua juga bia memasukkan koin mainan berukuran besar ke dalam celah tabung.
Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki garis waktu pertumbuhannya masing-masing. dr. Lucky menegaskan bahwa orang tua tidak perlu terlalu kaku berpatokan pada angka usia di atas.
"Tidak harus tepat sesuai bulannya. Yang penting, terlihat ada perkembangan," pungkas dia.
(Djanti Virantika)